Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, pengevaluasian, keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaannya dapat mencapai sasarannya. Bila decision making dan planning merupakan fungsi dari manajemen, maka begitu jualah peranan pengambilan keputusan strategis dan perencanaan strategis kepada manajemen strategis. Manajemen strategis merupakan aktivitas manajemen tertinggi yang biasanya disusun oleh dewan direktur dan dilaksanakan oleh CEO serta tim eksekutif organisasi tersebut.
Fungsi manajemen strategis adalah :
* Meningkatkan penjualan, produktifitas, dan penghasilan.
* Menigkatkan kemampuan memecahkan masalah.
* Dapat menyesuaikan dengan perubahan keadaan.
* Meningkatkan respon terhadap ancaman.
News Studentsite
About Me
Kamis, 07 Januari 2010
Manajemen Strategis
Strategis adalah hal-hal dasar yang menjelaskan tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan dalam suatu organisasi. Manajemen adalah seni mengatur dan melaksanakan. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Menurut Mary Parker Follet mendevinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Jadi Manajemen strategis adalah seni dan ilmu penyusunan, penerapan, dan pengevaluasian keputusan-keputusan lintas fungsional yang dapat memungkinkan suatu perusahaan mencapai sasarannya. Fungsi dari manajemen strategis adalah :
· Perencanaan kegiatan mencakup masa depan organisasi (jangka panjang) sehingga dapat dijadikan acuan kerja.
· Dapat menghindari masalah dalam pelaksanaan kegiatan.
· Perencanaan mencakup semua bagian organisasi sehingga meningkatkan efisiensi kerja.
· Lebih mengakrapkan atasan dan bawahan.
· Perencanaan kegiatan mencakup masa depan organisasi (jangka panjang) sehingga dapat dijadikan acuan kerja.
· Dapat menghindari masalah dalam pelaksanaan kegiatan.
· Perencanaan mencakup semua bagian organisasi sehingga meningkatkan efisiensi kerja.
· Lebih mengakrapkan atasan dan bawahan.
Manajemen Strategis pada Organisasi
Manajemen strategis adalah seni dan ilmu untuk memformulasikan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuannya. Manajemen strategis merupakan upaya untuk menumbuhkembangkan kekuatan perusahaan. Menurut Wheelen dan Hunger manajemen strategis adalah suatu himpunan keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja jangka panjang suatu perusahaan. Manajemen strategis memiliki peran penting pada sebuah organisasi atau perusahaan. Manajemen stretegis berfungsi sebagai sarana untuk mengkomunikasikan tujuan erusahaan dan jalan yang hendak ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut kepada pemilik, eksekutif, karyawan dan pihak lain yang berkepentingan. Fungsi manajemen strategis ada 2 bagian yaitu :
Fungsi financial :
• Menaikkan tingkat keuntungan perusahaan meskipun kenaikan keuntungan tidak secara otomatis.
Fungsi non financial :
• Mengidentifikasi, menentukan prioritas dan mencari peluang.
• Menampilkan kerangka kerja untuk aktivitas kontrol dan koordinasi yang baik.
• Dapat menghindari kondisi yang buruk dan menysuaikan dengan perubahan kondisi.
• Dapat mengalokasikan waktu dan sumber daya secara efektif.
• Mendorong pemikiran kemasa depan.
• Menciptakan sifat positif terhadap perubahan .
Fungsi financial :
• Menaikkan tingkat keuntungan perusahaan meskipun kenaikan keuntungan tidak secara otomatis.
Fungsi non financial :
• Mengidentifikasi, menentukan prioritas dan mencari peluang.
• Menampilkan kerangka kerja untuk aktivitas kontrol dan koordinasi yang baik.
• Dapat menghindari kondisi yang buruk dan menysuaikan dengan perubahan kondisi.
• Dapat mengalokasikan waktu dan sumber daya secara efektif.
• Mendorong pemikiran kemasa depan.
• Menciptakan sifat positif terhadap perubahan .
Rabu, 30 Desember 2009
Organisasi Yang Lamban
Organisasi adalah sekumpulan individu yang ingin mencapai suatu tujuan yang sama. Untuk mencapai tujuan tersebut organisasi tersebut membutuhkan syarat-syarat yaitu nilai dan visi, misi, aturan, profesionalisme, insentif, sumber daya, dan rencana kerja. Jika salah satu dari syarat-syarat diatas tidak dipenuhi maka kemungkinan untuk mencapai tujuan organisasi kan menjadi kecil. Misalkan saja organisasi tersebut tidak ada insentif didalamnya maka ini akan mempengaruhi produktivitas, motivasi, disiplin kerja, dan kinerja individu yang ada dalam organisasi tersebut. Contohnya pada suatu perusahaan swasta yang menforsir karyawannya untuk bekerja selama 7 kali masa kerja dalam seminggu tanpa memberikan insentif. Karyawannya akan menjadi malas, tidak ada gairah kerja, dan ada kemungkinan akan mengajukan pengunduran diri.
Organisasi Yang Resah
Suatu organisasi terdiri dari banyak individu. Untuk individu-individu tersebut membutuhkan syarat-syarat seperti nilai dan visi, misi aturan, profesionalisme, insentif, sumber daya, dan rencana kerja agar organisasi tersebut menjadi maju atau berkembang. Jika kelengkapan syarta-syarat tersebut sudah terpenuhi maka organisasi tersebut akan berkembang seiring dengan waktu. Jika salah satu syarat tidak terpenuhi maka organisasi tersebut manjadi tidak stabil dan mengakibatkan kemunduran atau tidak berkembangnya organisasi tersebut. Contohnya jika organisasi tersebut tidak mempunyai profesionalisme.
Jika organisasi tidak mempunayi profesionalisme maka organisasi tersebut tidak akan dipercaya dimasyarakat. Contohnya jika suatu rumah sakit melakukan kesalahan diagnosis penyakit atau karena kesalahan pada saat mengoperasi seorang pasien maka minat masyarakat untk berobat di rumah sakit tersebut akan berkurang.
Jika organisasi tidak mempunayi profesionalisme maka organisasi tersebut tidak akan dipercaya dimasyarakat. Contohnya jika suatu rumah sakit melakukan kesalahan diagnosis penyakit atau karena kesalahan pada saat mengoperasi seorang pasien maka minat masyarakat untk berobat di rumah sakit tersebut akan berkurang.
Pengaruh Struktur Organisasi pada Institusi Pendidikan
Organisasi adalah kumpulan orang yang saling bekerjasama untukmencapai tujuan bersama. Organisasi terdiri dari beberapa unsur yaitu manusia, kedudukan, tujuan, tugas, struktur, sumber daya dan lingkungan. Organisasi ada dimana saja termasuk institusi pendidikan. Yang membedakan institusi pendidikan adalah struktur organisasinya karena mempengaruhi proses belajar mengajar. Setiap struktur organisasi mempunyau kekurangan atau keburukan, yaitu :
Organisasi garis
Pada struktur organisasi ini menggunakan cara langsung dari pengajar kepada mahasiswa. Struktur ini memiliki kekurangan, yaitu :
• Pengajar bersifat otoriter sehingga tidak memperdulikan usul-usul dari mahasiswa.
• Mahasiswa akan terkekang dan hanya terpaku pada pengajar.
• Mahasiswa menjadi ketergantungan terhadap pelajar.
Organisasi garis dan staff
Pada organisasi ini pengajar melimpahkan wewenang kepada asisten pengajar jadi pengajar jarang atau tidak melakukan kegiatan belajar mengajar. Struktur ini memiliki kekurangan yaitu :
• Hubungan pengajar dengan mahasiswa tidak terjalin baik.
• Pengajar akan menyampingkan tugasnya.
• Mahasiswa menjadi malas belajar.
Organisasi fungsional
Pada organisasi ini pimpinan melimpahkan tugasnya kepada pejabat dibawahnya yang memimpin suatu bidang tertentu. Kekurangan struktur organisasi ina adalah :
• Mahasiswa akan terpaku kepada system yang telah dibuat oleh pemimpin (rektor).
• Mahasiswa menjadi tidak kreatif dan tidak berkembang.
• Mahasiswa menjadi bungung karena setiap ingin matakuliahnya dinomor satukan.
Organisasi garis
Pada struktur organisasi ini menggunakan cara langsung dari pengajar kepada mahasiswa. Struktur ini memiliki kekurangan, yaitu :
• Pengajar bersifat otoriter sehingga tidak memperdulikan usul-usul dari mahasiswa.
• Mahasiswa akan terkekang dan hanya terpaku pada pengajar.
• Mahasiswa menjadi ketergantungan terhadap pelajar.
Organisasi garis dan staff
Pada organisasi ini pengajar melimpahkan wewenang kepada asisten pengajar jadi pengajar jarang atau tidak melakukan kegiatan belajar mengajar. Struktur ini memiliki kekurangan yaitu :
• Hubungan pengajar dengan mahasiswa tidak terjalin baik.
• Pengajar akan menyampingkan tugasnya.
• Mahasiswa menjadi malas belajar.
Organisasi fungsional
Pada organisasi ini pimpinan melimpahkan tugasnya kepada pejabat dibawahnya yang memimpin suatu bidang tertentu. Kekurangan struktur organisasi ina adalah :
• Mahasiswa akan terpaku kepada system yang telah dibuat oleh pemimpin (rektor).
• Mahasiswa menjadi tidak kreatif dan tidak berkembang.
• Mahasiswa menjadi bungung karena setiap ingin matakuliahnya dinomor satukan.
Kelemahan Struktur Organisasi pada Institusi Pendidikan
Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan yang dicita-citakan. Untuk mencapai tujuan dilakukan dengan bekerjasaama antar individu dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.
Berdasarkan strukturnya organisasi terbagi menjadi beberapa jenis yaitu :
Organisasi garis
Tipe organisasi yang paling sederhana dimana tugas perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan berada dalam satu garis kewenangan langsung dari pemimpin ke bawahannya. Kekurangan pada organisasi garis adalah :
• Ketergantungan kepada satu orang.
• Pimpinan cenderung bertindak otoriter.
• Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.
Organisasi garis dan staff
Digunakan untuk organisasi yang besar, daerah kerjanya luas, dan rumit. Kekurangan pada organisasi garis dan staff adalah :
• Kurang rasa solidaritas antar karyawan.
• Jika koordinasi staff tidak baik maka akan membingungkan unit pelaksana.
Organisasi fungsional
Disusun berdasarkan sifat dan macam fungsi yang harus dilaksanakan. Kekurangan pada organisasi fungsional adalah :
• Timbul egoisme.
• Bawahan terlalu menspesialisasikan dirinya pada bidang tertentu.
Berdasarkan strukturnya organisasi terbagi menjadi beberapa jenis yaitu :
Organisasi garis
Tipe organisasi yang paling sederhana dimana tugas perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan berada dalam satu garis kewenangan langsung dari pemimpin ke bawahannya. Kekurangan pada organisasi garis adalah :
• Ketergantungan kepada satu orang.
• Pimpinan cenderung bertindak otoriter.
• Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.
Organisasi garis dan staff
Digunakan untuk organisasi yang besar, daerah kerjanya luas, dan rumit. Kekurangan pada organisasi garis dan staff adalah :
• Kurang rasa solidaritas antar karyawan.
• Jika koordinasi staff tidak baik maka akan membingungkan unit pelaksana.
Organisasi fungsional
Disusun berdasarkan sifat dan macam fungsi yang harus dilaksanakan. Kekurangan pada organisasi fungsional adalah :
• Timbul egoisme.
• Bawahan terlalu menspesialisasikan dirinya pada bidang tertentu.
Langganan:
Postingan (Atom)
